Wawanacara Peternak Bebek


Pada hari Jumat, 27 September 2024 

Kami, kelompok 3 PKWU bersama dengan teman-teman dari kelompok lainnya, mewawancarai seorang peternak bebek di Ujung Menteng.

Berikut adalah hasil dari wawancara kami:

 Q: Bapak namanya siapa, Pak?

Ans: Bapak A Heru


Q: Bapak mulai usaha bebek ini tahun berapa?

Ans: Tahun 2003


Q: Bapak awalnya memang merencanakan untuk usaha bebek?

Ans: Ya, dari orang tua mengajarkan sambil ikut belajar.


Q: Jadi bisa dibilang usaha keluarga ya

Ans: Iya, betul.


Q: Bapak awalnya ngurus bebek kayak gimana rasanya, Pak?

Ans: Ya karena bertani. Bertani jadi bebek itu dipelihara, ditelurkan gitu loh. Jadi dari hasil telur ya buat nutupin makanan dia, kebutuhan dia gitu.


Q: Jadi saat ini ada berapa sih jumlah bebek di peternakan Bapak ini?

Ans: Ya, sementara sekitar 200 atau 300 ekor.


Q: Itu kira-kira dalam setahun bisa dapet berapa, Pak?

Ans: Ini sistemnya telur diambil harian. Jadi sehari, dalam 300 ekor menghasilkan telur ya sekitar 200 butir. Atau kalau lagi bagus cuacanya bisa lebih dari 200 butir, gitu. Jadi ga semuanya nelur. Dari 300 ekor itu menghasilkan telur minimal antara 200 sampai 220 butir.


Q: Untuk telurnya sendiri itu didistribusikan kemana ya, Pak?

Ans: Untuk telur ada tengkulak yang ngambil.


Q: Tengkulak itu apa, Pak?

Ans: Tengkulak itu ibarat dia keliling ngambil-ngambil telur di peternak petelur. Jadi dia ngambil sendiri, bukan kita mendistribusikan ke siapa-siapa. Jadi ada tukang telur yang datang ke sini. Jadi dia beli telur kepada kita, gitu.


Q: Kan di sini menghasilkan banyak telur, untuk menghasilkan banyak telur itu berapa lama waktu untuk bebek menghasilkan telur?

Ans: Proses bebek untuk siap bertelur itu usia antara 7 bulan. Dari dia netas sampai 7 bulan itu dia udah mulai bertelur.


Q: Dan setiap bertelur itu menghasilkan berapa telur?

Ans: Tergantung jumlahnya. Jadi kalau bebek 100 ekor seumpama, itu nelur paling maksimal itu 80 butir, gitu.


Q: Berarti setiap bebek itu 80 butir?

Ans: Satu ekor ya satu telur. Jadi kalau bebek 100 maksimal paling 80 butir untuk telurnya.


Q: Apakah bapak merasa puas menjalani usaha bebek ini?

Ans: Ya, puaslah. Karena pekerjaannya gaada lagi pekerjaan. Di puas-puasin.


Q: Seputar marketing atau target pasarnya, Pak. Bapak itu mengarahkan penjualan ini ke masyarakat atau kemana, Pak?

Ans: Untuk pribadi aja. Jadi pertama di Jakarta kan lahan gaada, sempit. Jadi yang punya lahan, termasuk Bapak ini, sedikit dimanfaatkan untuk beternak bebek, gitu. Masalahnya bebek kalau di tengah-tengah lingkungan kan mengganggu, gitu loh. Jadi ini kebetulan dipinggiran gitu, jadi jauh dari lingkungan.


Q: Untuk target pasarnya, Pak. Ini dijual secara komersial atau ke pasar atau kemana, Pak?

Ans: Ada tengkulak yang ngambil, tengkulak telur. Jadi kayak orang mencari telur, gitu kan ada khusus. Kalau untuk beliau didistribusikan kemana gatau dah.


Q: Bapak ini pasarnya lingkupnya mau berencana untuk tetap lokal daerah sekitar sini atau berencana untuk meluas ke daerah lain?

Ans: Oh, sini aja. Khususnya di sini aja.


Q: Berapa sih, biaya untuk mengurus bebek-bebek ini?

Ans: Untuk biaya tergantung jumlah. Ya, jadi bebek kan untuk supaya nelur itu harus diberikan menu yang amis. Ya, misalkan dikasih ikan laut yang ga laku, kan ada itu yang kecil-kecil. Atau dikasih roti diancurin dicampur sama dedak untuk menunya supaya dia begitu makan amis keluarlah bertelur, gitu. Jadi bebek harus amis makannya, kalau ga amis ga nelur.


Q: Jenis bebek yang Bapak pelihara itu jenis bebek apa?

Ans: bebek lokal lah sebutannya. Bebek lokal aja, bebek lokal.


Q: Bagaimana cara menjaga kebersihan pakan agar bebek tidak terkena penyakit?

Ans: Nah, kita kebersihannya itu hanya pake sak ya, atau pake taiger gaji. Jadi untuk setiap 2 atau 3 hari sekali itu ditaburin bawahnya. Nanti sudah menumpuk baru dikeruk, banyak yang mau, tukang-tukang kembang gitu kan ya sebagai pupuk. Jadi untuk menghilangkan bau atau becek, pakai teiger gaji atau pake pesak. Jeram ya namanya? Iya biar ga becek.


Q: Kira-kira dalam jangka waktu setahun, itu dari penjualan telur bebek kira-kira bisa menghasilkan keuntungan berapa, Pak?

Ans: ga bisa di kira-kira. Karena apa, begitu nelur, dibayar, dibuat kebutuhan, disisihkan dah untuk menunya karena kan beli. Jadi soal kalkulasi per tahunnya belum pernah bikin pembukuan. Umpamanya itu tadi contoh yang pertama saya bicarakan. Semua bebek 300 atau 100 lah maksimal dia nelur paling 80 butir. Nah sekarang pasaran telur aja berapa per butirnya, dikalikan 80, dikurangin buat menu, gitu. Jadi kalau umpamanya itu telur 80 butir, Rp2.000 per butir kali 80, Rp160.000, itu dipotong Rp60.000 untuk menu, Rp100.000 untuk belanja rumah tangga. 

Ans: Itupun kalau cuacanya mendukung terus, kalau cuacanya gak mendukung hujan terus dingin, bebek nelurnya kurang mungkin bebek 100 nelornya 30 sampe 40 butir gitu kan ya. Jadi bebek harus hangat. 


Q: Kalau untuk inikan telur nih, Pak. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi telur, kan Bapak bilang cuaca nih, Pak, apakah ada lagi gak sih faktor yang mempengaruhi selain cuaca?

Ans: Nah, bisa anu usia bebek, usia bebek semakin menua itu dia bisa menimbulkan kerontokan bulu, itu dia libur gak nelur.


Q: Ini kalo bebeknya rontok bulunya berarti gak nelur ya, Pak? gak sama sekali? sampai numbuh bulu?

Ans: Gak nelur dia, sampai numbuh bulu lagi baru dia nelur lagi.

Ans: Jadi itu kalo bebek yang udah bertelur seperti itu, bisa rontok bulunya, rontok karena cuaca kadang kadang rontok karena makanan.


Q: Stress pengaruh juga, Pak?

Ans: Stress, biasanya ya kalau itu musim hujan petir, apa gitu kan kaget stress.


Q: Bebek ini kan merupakan salah satu hewan yang dikhususkan untuk telurnya ya, Pak ya?

Ans: Iya betul, kalau sudah gak nelur baru dievakuasi.


Q: Itu biasanya bebek-bebek gitu di distribusikan kemana?

Ans: Ke warung kayak bebek madura, jadi kalau disebutnya itu afkir, kalau sudah afkir udah gak produksi lagi telur, udah gak produktif lah dia udah tua, udah nenek-nenek dah gitu, jadi di potong, kalau masih bertelur ya sayang dipotong kan produktif tiap hari menghasilkan telur.


Q: Permisi mau tanya, Pak. Kalau untuk usia bebek berhenti bertelor kapan ya pak?

Ans: Berhenti bertelor itu ya sampai usia 3 atau 4 tahun.


Q: Untuk penanganan hama seperti tikus atau musang gmn pak?

Ans: Gaada kalau bebek itu tikusnya yang takut kayanya, kan dia geroyokan kayak temen setia, kalau digangguin tikus di patok dia. Kagak tikus takut, musang juga takut karena jumlah dari bebeknya banyak kalau mungkin satu dua ekor dimakan kali berani musang, tapi karena banyak jadi gak berani tikusnya. Gaada hamanya gak ada. 


Berikut pula dokumentasi kami saat mewawancarai peternak bebek:     














Comments