Wawanacara Peternak Bebek
Kami, kelompok 3 PKWU bersama dengan teman-teman dari kelompok lainnya, mewawancarai seorang peternak bebek di Ujung Menteng.
Berikut adalah hasil dari wawancara kami:
Q: Bapak namanya siapa, Pak?
Ans: Bapak A
Heru
Q: Bapak mulai
usaha bebek ini tahun berapa?
Ans: Tahun 2003
Q: Bapak awalnya
memang merencanakan untuk usaha bebek?
Ans: Ya, dari
orang tua mengajarkan sambil ikut belajar.
Q: Jadi bisa
dibilang usaha keluarga ya
Ans: Iya, betul.
Q: Bapak awalnya
ngurus bebek kayak gimana rasanya, Pak?
Ans: Ya karena
bertani. Bertani jadi bebek itu dipelihara, ditelurkan gitu loh. Jadi dari hasil
telur ya buat nutupin makanan dia, kebutuhan dia gitu.
Q: Jadi saat
ini ada berapa sih jumlah bebek di peternakan Bapak ini?
Ans: Ya, sementara
sekitar 200 atau 300 ekor.
Q: Itu kira-kira
dalam setahun bisa dapet berapa, Pak?
Ans: Ini
sistemnya telur diambil harian. Jadi sehari, dalam 300 ekor menghasilkan telur
ya sekitar 200 butir. Atau kalau lagi bagus cuacanya bisa lebih dari 200 butir,
gitu. Jadi ga semuanya nelur. Dari 300 ekor itu menghasilkan telur minimal antara
200 sampai 220 butir.
Q: Untuk
telurnya sendiri itu didistribusikan kemana ya, Pak?
Ans: Untuk
telur ada tengkulak yang ngambil.
Q: Tengkulak
itu apa, Pak?
Ans: Tengkulak
itu ibarat dia keliling ngambil-ngambil telur di peternak petelur. Jadi dia
ngambil sendiri, bukan kita mendistribusikan ke siapa-siapa. Jadi ada tukang
telur yang datang ke sini. Jadi dia beli telur kepada kita, gitu.
Q: Kan di sini
menghasilkan banyak telur, untuk menghasilkan banyak telur itu berapa lama
waktu untuk bebek menghasilkan telur?
Ans: Proses
bebek untuk siap bertelur itu usia antara 7 bulan. Dari dia netas sampai 7
bulan itu dia udah mulai bertelur.
Q: Dan setiap bertelur
itu menghasilkan berapa telur?
Ans: Tergantung
jumlahnya. Jadi kalau bebek 100 ekor seumpama, itu nelur paling maksimal itu 80
butir, gitu.
Q: Berarti
setiap bebek itu 80 butir?
Ans: Satu ekor
ya satu telur. Jadi kalau bebek 100 maksimal paling 80 butir untuk telurnya.
Q: Apakah bapak
merasa puas menjalani usaha bebek ini?
Ans: Ya,
puaslah. Karena pekerjaannya gaada lagi pekerjaan. Di puas-puasin.
Q: Seputar marketing
atau target pasarnya, Pak. Bapak itu mengarahkan penjualan ini ke masyarakat
atau kemana, Pak?
Ans: Untuk
pribadi aja. Jadi pertama di Jakarta kan lahan gaada, sempit. Jadi yang punya
lahan, termasuk Bapak ini, sedikit dimanfaatkan untuk beternak bebek, gitu. Masalahnya
bebek kalau di tengah-tengah lingkungan kan mengganggu, gitu loh. Jadi ini
kebetulan dipinggiran gitu, jadi jauh dari lingkungan.
Q: Untuk target
pasarnya, Pak. Ini dijual secara komersial atau ke pasar atau kemana, Pak?
Ans: Ada
tengkulak yang ngambil, tengkulak telur. Jadi kayak orang mencari telur, gitu
kan ada khusus. Kalau untuk beliau didistribusikan kemana gatau dah.
Q: Bapak ini pasarnya
lingkupnya mau berencana untuk tetap lokal daerah sekitar sini atau berencana
untuk meluas ke daerah lain?
Ans: Oh, sini
aja. Khususnya di sini aja.
Q: Berapa sih,
biaya untuk mengurus bebek-bebek ini?
Ans: Untuk biaya
tergantung jumlah. Ya, jadi bebek kan untuk supaya nelur itu harus diberikan
menu yang amis. Ya, misalkan dikasih ikan laut yang ga laku, kan ada itu yang
kecil-kecil. Atau dikasih roti diancurin dicampur sama dedak untuk menunya
supaya dia begitu makan amis keluarlah bertelur, gitu. Jadi bebek harus amis
makannya, kalau ga amis ga nelur.
Q: Jenis bebek
yang Bapak pelihara itu jenis bebek apa?
Ans: bebek
lokal lah sebutannya. Bebek lokal aja, bebek lokal.
Q: Bagaimana
cara menjaga kebersihan pakan agar bebek tidak terkena penyakit?
Ans: Nah, kita
kebersihannya itu hanya pake sak ya, atau pake taiger gaji. Jadi untuk setiap 2
atau 3 hari sekali itu ditaburin bawahnya. Nanti sudah menumpuk baru dikeruk, banyak
yang mau, tukang-tukang kembang gitu kan ya sebagai pupuk. Jadi untuk
menghilangkan bau atau becek, pakai teiger gaji atau pake pesak. Jeram ya
namanya? Iya biar ga becek.
Q: Kira-kira
dalam jangka waktu setahun, itu dari penjualan telur bebek kira-kira bisa
menghasilkan keuntungan berapa, Pak?



Comments
Post a Comment